Jumat, 11 Mei 2012

Hardiknas Menjadi Momentum Wajib Belajar 12 Tahun


JAKARTA: Bangkitnya Generasi Emas Indonesia menjadi tema peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2012 yang ditandai  dengan upacara bendera di halaman kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu 2 Mei 2012.

Menurut Mendiknas Mohammad Nuh, momentum Hardiknas kali ini sekaligus dimanfaatkan untuk pencanangan wajib belajar 12 tahun sebagai upaya melahirkan generasi emas 100 tahun Indonesia merdeka.

"Mulai 2013 Kemendikbud menyelenggarakan Pendidikan Menengah Universal 12 tahun. Kalau sebelumnya anak-anak Indonesia wajib belajar 9 tahun hingga tingkat SMP maka mulai tahun depan jadi 12 tahun harus tamat SMA," kata Nuh seusai menjadi pemimpin upacara bendera.

Upacara diikuti perwakilan pelajar, mahasiswa, guru, pramuka, palang merah remaja (PMR), patroli keamanan sekolah (PKS), perwakilan dari anak berkebutuhan khusus tuna daksa dari YPAC Hanglekie,  Jakarta serta undangan dan pegawai di lingkungan kantor pusat Kemendikbud.

Menurut Nuh, pada periode 2010 hingga 2035, bangsa Indonesia dikaruniai potensi sumber daya manusia berupa populasi usia produktif yang sangat besar jumlahnya.

Hal itu menjadi bonus demografi yang sangat berharga dan baru pertamakalinya di Indonesia sehingga periode itu harus dilakukan investasi dalam bidang pengembangan sumber daya manusia.

"Kita harus menyiapkan akses seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa untuk memasuki dunia pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai ke perguruan tinggi yang diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan," kata Nuh.

Pada kesempatan itu, Mendikbud menyematkan Satya Lencana Karya Satya kepada 183 pegawai di lingkungan Kemendikbud yang memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi dengan masa kerja 10-30 tahun.

Puncak peringatan Hardiknas sendiri akan dilaksanakan di Istora Senayan, Jakarta pada 21 Mei mendatang dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan ibu Negara dijadwalkan menghadiri resepsi peringatan itu. (Bsi)

sumber: bisnis.com

Perkembangan IT di Indonesia


Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, dengan memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. informasi yang dimaksudkan adalah informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu, yang dapat digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan. Informasi ini juga harus bernilai strategis sehingga dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.
Perkembangan teknologi informasi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi ( perangkat keras, perangkat lunak, komputer sistem jaringan, dan sistem telekomunikasi). Untuk membangun fasilitas TI, Indonesia masih sangat mengandalkan investor.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Economics Intelligent Unit (EIU) yang disponsori BSA, Indonesia menempati posisi 59 dunia, turun satu peringkat dari hasil studi sebelumnya di tahun 2008. Hasil penlitian ini dilakukan dengan membandingkan perkembangan TI di 66 negara. Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana indeks daya saing TI di negara-negara tersebut (http://informasiteknologi.com/it-indonesia-peringkat-59-dunia/).
Belakangan peranan IT dalam jasa transportasi pun sudah dapat kita rasakan. Sebagai contoh adanya kartu khusus yang dikeluarkan oleh beberapa bank swasta yang dapat kita gunakan untuk membayar tol, membeli bahan bakar, pembelian tiket busway, dan kereta.
Dalam dunia pendidikan khususnya pada tingkat perguruan tinggi, pemanfaatan IT diwujudkan dalam suatu sistem yang disebut electronic university (e-University). Pengembangan ini dilakukan dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik bagi komunitasnya, baik didalam maupun diluar perguruan tinggi tersebut melalui internet. Cotoh Layanan pendidikan lain yang bisa dilaksanakan melalui sarana internet yaitu dengan menyediakan materi kuliah secara online dan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan.
Akan tetapi bukan hanya hal positif yang dapat kita rasakan. Perkembangan IT juga dapat menimbulkan dampak negatif. Banyak situs porno yang makin marak beredar. Contoh lain adalah “demam” situs pertemanan yang tak jarang disalahgunakan. Hingga transaksi jual beli gadis lewat dunia maya. Hal ini tentu dapat mempengaruhi perkembangan anak dan remaja di negara kita.